Oleh: inung88 | Mei 12, 2008

MANFAAT SEMUT

Semut yang kita kenal sebagai binatang mungil ini ternyata menyimpan berbagai manfaat bagi manusia. Padahal banyak orang yang memandang sebelah mata binatang semut, bahkan manusia tak jarang yang membunuhnya begitu saja. Padahal Allah SWT telah bersabda “Takkan Ku ciptakan sesuatu dengan sia-sia”. Hal ini semakin mempertegas bahwa semua makhluk yang di ciptakan-Nya pasti menyimpan suatu manfaat bagi makhluk lainnya, tak terkecuali semut sekalipun. Ngga percaya?? simak pembahasan berikut ini…

 

Siapa yang tidak suka makan cokelat? Tahukah kamu, cokelat berasal dari olahan biji kakao (Theobroma cacao). Di Indonesia, banyak petani membudidayakan pohon kakao. Penghasil kakao terbesar adalah Provinsi Sulawesi Barat. Di dunia, Indonesia menduduki peringkat ketiga penghasil kakao terbesar setelah Pantai Gading dan Ghana.

Saat ini, musuh kakao yang paling ganas adalah hama bernama “penggerek buah kakao” (PBK). Hama ini menyerang buah kakao yang sedang masak dan menyebabkan biji-biji kakao tidak berkembang. Buah kakao yang terserang hama jadi berlubang-lubang. PBK sangat meresahkan para petani.

Semut

Nah, pembasmi PBK sudah ditemukan. Yaitu semut hitam dan semut merah (rangrang).“Selama ini semut memang dianggap mengganggu karena menyengat manusia. Tetapi serangga ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan serangan hama PBK,” kata Prof. DR. Ir. La Daha, dosen Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (30/10).

Manfaat semut itu ditemukan berdasarkan kerja sama penelitian antara Succes Project, sebuah LSM dari Amerika Serikat, dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar.Sejak tahun 2002, kedua lembaga itu meneliti hama PBK di perkebunan kakao Kecamatan Parigi, Sulawesi Tengah. Mereka lalu menemukan bahwa semut adalah pembasmi hama PBK. Kini, para petani diminta untuk tidak menyemprot habis semut-semut dari tanaman kakao.

Oleh: inung88 | April 29, 2008

LIMBAH KAKAO BISA JADI PASTA GIGI

Kesehatan gigi menjadi topik yang dibahas dalam pidato pengukuhan dua guru besar dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unhas, di depan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa Unhas, di Rektorat Kamis, 21 Juni. Kedua guru besar yang dikukuhkan tersebut; Prof Dr drg Burhanuddin Daeng Pasiga dan Prof drg Mohammad Dharmautama,PhD.

Burhanuddin mengangkat topik tentang Implikasi Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Kakao dalam Bidang Kedokteran Gigi. Adapun Dharmautama mengambil tema pidato mengenai Pendekatan Holistik pada Perawatan Prostetik Pasien Lanjut Usia.

Menurut Burhanuddin, limbah kulit buah kakao sangat bermanfaat dan ekonomis jika dibuat pasta gigi. Serbuk kulit buah kakao, kata ketua Ikatan Profesi Kesehatan Gigi Masyarakat (IPKESGIMI) Cabang Sulsel ini, berfungsi sebagai antibakteri, dan antiinflamasi.

“Dalam kulit buah kakao mengandung katekin. Akhir-akhir ini, kitekin dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam permen karet, pasta gigi, deodoran dan sebagai bahan untuk eliminasi halitosis atau bau mulut dan antikaries,” tandas pria kelahiran Sila-Bima, 14 Desember 1955 ini.

Penelitian katekin dari teh hijau dilaporkan dapat menghambat pertumbuhan bakteri dalam mulut, mencegah bau mulut. Padahal golongan katekin dalam kulit buah kakao sebanyak 4 kali lebih besar dibanding teh. “Berarti kemampuan kandungan zat aktif dalam kulit buah kakao dapat berfungsi sama atau mungkin lebih dibanding teh, “ujar dosen FKG Unhas ini.

Adapun Prof Dharmautama mengatakan dalam pidatonya bahwa pengelolaan pasien lansia (usia lanjut) harus dilakukan secara komprehensif, cermat, dan teliti dengan pendekatan multidisiplin atau holistik.

“Pada pasien lansia yang dirawat inap, umumnya mengalami kondisi fisik dan kesehatan yang lemah sehingga memerlukan bantuan dalam memelihara kesehatan gigi mulut dan gigi tiruannya,” tandas Dekan FKG Unhas ini. Pengukuhan kedua guru besar tersebut dihadiri keluarga dan kolega. Di antaranya hadir Uli Syahrul Yasin Limpo.

Oleh: inung88 | April 2, 2008

PARA PENISTA AGAMA

<!–
()–>

Metrotvnews.com, Jakarta: Kasus penistaan agama Ahmad Moshadeq, bukanlah yang pertama. Sebelumnya, sejumlah kasus penistaan agama juga pernah diputuskan pengadilan. Pimpinan ajaran Tahta Suci Kerajaan Tuhan, Lia Eden, dihukum pada 29 Juni 2006, karena melakukan penistaan terhadap agama Islam. Lia yang mengaku jelmaan malaikat Jibril dihukum dua tahu penjara.

Hukuman dua tahun penjara pun juga diterima oleh Yusman Roy, September 2005. Pimpinan Pondok Pesantren I’tikaf Jamaah Ngaji Lelaku, Malang, Jawa Timur ini mengajarkan shalat dengan bacaan bahasa Arab dan Indonesia. Sementara, Sumardin bin Tapaiya yang mengaku pemimpin aliran keselamatan dunia dan akhirat pada 29 Juni 2006, dihukum enam bulan penjara karena mengajarkan shalat dengan cara bersiul.

Pada 4 Juli 2004, terjadi peristiwa yang menggenparkan. Saat itu, Pendeta Mangapin Sibuea, Pimpinan Sekte Pondok Nabi tersebut mengajarkan keyakinan bahwa hari kiamat terjadi 10 November 2003. Akibatnya, ia diganjar dua tahun penjara.(FAH)

Oleh: inung88 | April 2, 2008

96 SUSU FORMULA BEREDAR AMAN

BPOM menyatakan 96 Susu Formula yang Beredar Aman<!–
()–>

Metrotvnews.com, Jakarta: Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mempublikasikan hasil pengujian terhadap 96 merek susu. Hasilnya, semua merek susu yang diteliti tidak mengandung bakteri berbahaya atau enterobakter sakazakii. Pengujian ini dilakukan menyusul resahnya masyarakat atas hasil penelitian IPB tahun 2003 hingga 2006 yang menyebut sejumlah merek susu mengandung enterobacter sakazakii.

Badan POM menganggap 96 sampel susu yang diambil telah mewakili seluruh merek susu yang dijual di Indonesia. Meski demikian, Badan POM tidak akan mengumumkan merek yang telah diuji dan dinyatakan negatif.(FAH)

 
 
Metrotvnews.com, Jakarta: Kisruh Kepemilikan Rumah Sakit Haji Jakarta belum juga usai. Wakil Presiden Jusuf Kalla akan turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. Di Jakarta, Rabu (2/4), Direktur RS Haji hasil rapat umum pemegang saham, Salimar Salim, Kamis besok Kalla dijadwalkan mengundang perwakilan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Departemen Agama. Salimar mengaku pihaknya tidak dilibatkan dalam pertemuan ini.

Meski terbelit sengketa, pelayanan RS Haji tetap seperti biasa. Berbagai kebutuhan pasien rawat jalan dan rawat inap dilayani. Apalagi, tingkat hunian dari kelas tiga hingga kelas super VIP hampir 90 persen. Para pasien merasakan tak ada penurunan kualitas pelayanan yang mereka terima selama dirawat di RS Haji. Padahal, saat ini aksi mogok sekitar 70 karyawan masih berlangsung. Mereka tak setuju dengan manajemen baru yang merupakan representasi dari Pemprov Jakarta. Namun, para karyawan yang bekerja mengaku tidak terganggu dengan kisruh seputar kepemilikan RS Haji ini.

Sejauh ini, upaya penyelesaian sengketa kepemilikan masih tersus dilakukan oleh kedua belah pihak. Di antaranya membentuk tim likuidasi yang akan menaksir aset RS Haji Jakarta. Selanjutnya, nilai aset akan disampaikan ke Departemen Agama yang sebelumnya berniat mengganti saham kepemilikan Pemprov Jakarta di RS Haji.(BEY)

Oleh: inung88 | Maret 27, 2008

Jenis-Jenis Hama Kakao dan Cara Pengendalianya

GEJALA SERANGAN

a. Penggerek buah kakao (PBK)
Conopomorpha cramerella
Buah kakao yang diserang berukuran panjang 8 cm, dengan gejala masak awal, yaitu belang kuning hijau atau kuning jingga dan terdapat lubang gerekan bekas keluar larva. Pada saat buah dibelah biji-biji saling melekat dan berwarna kehitaman, biji tidak berkembang dan ukurannya menjadi lebih kecil. Selain itu buah jika digoyang tidak berbunyi.

b. Kepik penghisap buah (Helopeltis spp)
   Buah kakao yang terserang tampak bercak-bercak cekung berwarna coklat kehitaman dengan ukuran bercak relatif kecil (2-3 mm) dan letaknya cenderung di ujung buah. Serangan pada buah muda menyebabkan buah kering dan mati, tetapi jika buah tumbuh terus, permukaan kulit buah retak dan terjadi perubahan bentuk. Bila serangan pada pucuk atau ranting menyebabkan daun layu, gugur kemudian ranting layu mengering dan meranggas.

c. Penyakit busuk buah (Phytophthora palmivora)
    Buah kakao yang terserang berbercak coklat kehitaman, biasanya dimulai dari ujung atau pangkal buah. Penyakit ini disebarkan melalui sporangium yang terbawa atau terpercik air hujan, dan biasanya penyakit ini berkembang dengan cepat pada kebun yang mempunyai curah hujan tinggi dengan kondisi lembab.

METODE PENGENDALIAN

Usaha pengendalian hama/penyakit tersebut terutama dilakukan dengan sistem PHT (pengendalian hama terpadu).

  • Hama penggerek buah.

    Pengendaliannya dilakukan dengan : (1) karantina; yaitu dengan mencegah masuknya bahan tanaman kakao dari daerah terserang PBK; 2) pemangkasan bentuk dengan membatasi tinggi tajuk tanaman maksimum 4m sehingga memudahkan saat pengendalian dan panen; (3) mengatur cara panen, yaitu dengan melakukan panen sesering mungkin (7 hari sekali) lalu buah dimasukkan dalam karung sedangkan kulit buah dan sisa-sisa panen dibenam; (4) penyelubungan buah (kondomisasi), caranya dengan mengguna-kan kantong plastik dan cara ini dapat menekan serangan 95-100 %. Selain itu sistem ini dapat juga mencegah serangan hama helopeltis dan tikus.; (5) cara kimiawi: dengan Deltametrin (Decis 2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), Buldok 25 EC dengan volume semprot 250 l/ha dan frekuensi 10 hari sekali.

  • Hama helopeltis

    Pengendalian yang efektif dan efisien sampai saat ini dengan insektisida pada areal yang terbatas yaitu bila serangan helopeltis <15 % sedangkan bila serangan >15% penyemprot-an dilakukan secara menyeluruh. Selain itu hama helopeltis juga dapat dikendalikan secara biologis, menggunakan semut hitam. Sarang semut dibuat dari daun kakao kering atau daun kelapa diletakkan di atas jorket dan diolesi gula.

  • Penyakit busuk buah.

    Dapat diatasi dengan beberapa cara yaitu: (1) sanitasi kebun, dengan memetik semua buah busuk lalu membenamnya dalam tanah sedalam 30 cm; (2) kultur teknis, yaitu dengan pengaturan pohon pelindung dan lakukan pemangkasan pada tanaman-nya sehingga kelembaban di dalam kebun akan turun; (3) cara kimia, yaitu menyemprot buah dengan fungisida seperti :Sandoz, cupravit Cobox, dll. Penyemprotan dilakukan dengan frekuensi 2 minggu sekali; (4) penggunaan klon tahan hama/penyakit seperti: klon DRC 16, Sca 6,ICS 6 dan hibrida DR1.

Oleh: inung88 | Maret 27, 2008

Deskripsi Klon Kakao Unggul

    Salah satu penyebab rendahnya produktivitas kakao Indonesia adalah masih belum digunakanya bahan tanam unggul yang sesuai kondisi lingkungan setempat. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas kakao adalah dengan perbaikan bahan tanam. Untuk menyusun komposisi klon kakao yang sesuai untuk setiap kondisi lingkungan, disini dijelaskan tentang sifat-sifat klon kakao unggul, yang dapat dibudidayakan atau dikembangkan di suatu daerah, seperti klon dibawah ini.

Klon ICS 13
Habitus tanaman besar
Daya hasil 1.852 kg/ha
Berat biji kering 1.03 g/biji
Warna flush merah tua
Bentuk daun panjang membulat
Ujung daun meruncing
Pangkal daun tumpul
Bentuk buah bulat memanjang
Pangkal buah tumpul tanpa leher botol
Kulit buah agak kasar
Alur buah tegas
Ujung buah meruncing
Warna buah muda merah kecoklatan
Warna buah masak merah jingga

Klon ICS 60
Habitus tanaman besar
Daya hasil 1.500 kg/ha
Berat biji kering 1.67 g/biji
Warna flush merah kekuningan
Bentuk daun panjang meruncing
Ujung daun meruncing
Pangkal daun tumpul
Bentuk buah bulat memanjang
Pangkal buah tumpul dengan leher botol
Kulit buah kasar
Alur buah tegas
Ujung buah meruncing
Warna buah muda hijau muda
Warna buah masak kuning

HIBRIDA
Habitus tanaman besar
Daya hasil 2 ton/ha
Berat biji kering 1 g/biji
Warna flush merah muda
Bentuk daun panjang membulat
Ujung daun meruncing
Pangkal daun tumpul
Bentuk buah bulat memanjang
Pangkal buah tumpul dengan leher botol
Kulit buah kasar
Alur buah dalam
Ujung buah meruncing
Warna buah muda hijau muda
Warna buah masak kuning

RCC 70
Habitus tanaman sedang
Hasil persilangan THS 858 x ICS 60
Bersifat kompatibel sendiri
Daya hasil 2.287 kg/ha
Berat biji kering 1.18 g/biji
Warna flush merah
Tahan hama Helopeltis spp.
Bentuk buah agak bulat, kulit buah agak halus
Pangkal buah tumpul dengan leher botol
Ujung buah meruncing
Alur kurang tegas
Warna buah muda cerah, buah masak merah jingga

RCC 73
Habitus tanaman sedang
Hasil persilangan Pa x UF 11
Bersifat inkompatibel sendiri
Daya hasil 2.439 kg/ha
Berat biji kering 1.16 g/biji
Agak toleran penyakit busuk buah
Warna flush kuning kemerahan
Bentuk buah agak panjang, kulit buah agak halus
Pangkal buah agak tumpul dengan leher botol sangat jelas
Ujung buah meruncing
Alur kurang tegas
Warna buah muda hijau, buah masak kuning tua.

Oleh: inung88 | Maret 27, 2008

Prospek dan Arah Pengembangan Agribisnis

Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan yang peranannya cukup penting bagi perekonomian nasional, khususnya sebagai penyedia lapangan kerja, sumber pendapatan dan devisa negara. Disamping itu kakao juga berperan dalam mendorong pengembangan wilayah dan pengembangan agroindustri. Pada tahun 2002, perkebunan kakao telah menyediakan lapangan kerja dan sumber pendapatan bagi sekitar 900 ribu kepala keluarga petani yang sebagian besar berada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) serta memberikan sumbangan devisa terbesar ke tiga sub sektor perkebunan setelah karet dan kelapa sawit dengan nilai sebesar US $ 701 juta.

Perkebunan kakao Indonesia mengalami perkembangan pesat sejak awal tahun 1980-an dan pada tahun 2002, areal perkebunan kakao Indonesia tercatat seluas 914.051 ha dimana sebagian besar (87,4%) dikelola oleh rakyat dan selebihnya 6,0% perkebunan besar negara serta 6,7% perkebunan besar swasta. Jenis tanaman kakao yang diusahakan sebagian besar adalah jenis kakao lindak dengan sentra produksi utama adalah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah. Disamping itu juga diusahakan jenis kakao mulia oleh perkebunan besar negara di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

 
Keberhasilan perluasan areal tersebut telah memberikan hasil nyata bagi peningkatan pangsa pasar kakao Indonesia di kancah perkakaoan dunia. Indonesia berhasil menempatkan diri sebagai produsen kakao terbesar kedua dunia setelah Pantai Gading (Cote d’Ivoire) pada tahun 2002, walaupun kembali tergeser ke posisi ketiga oleh Ghana pada tahun 2003. Tergesernya posisi Indonesia tersebut salah satunya disebabkan oleh makin mengganasnya serangan hama PBK. Di samping itu, perkakaoan Indonesia dihadapkan pada beberapa permasalahan antara lain: mutu produk yang masih rendah dan masih belum optimalnya pengembangan produk hilir kakao. Hal ini menjadi suatu tantangan sekaligus peluang bagi para investor untuk mengembangkan usaha dan meraih nilai tambah yang lebih besar dari agribisnis kakao.

Indonesia sebenarnya berpotensi untuk menjadi produsen utama kakao dunia, apabila berbagai permasalahan utama yang dihadapi perkebunan kakao dapat diatasi dan agribisnis kakao dikembangkan dan dikelola secara baik. Indonesia masih memiliki lahan potensial yang cukup besar untuk pengembangan kakao yaitu lebih dari 6,2 juta ha terutama di Irian Jaya, Kalimantan Timur, Sulawesi Tangah Maluku dan Sulawesi Tenggara. Disamping itu kebun yang telah di bangun masih berpeluang untuk ditingkatkan produktivitasnya karena produktivitas rata-rata saat ini kurang dari 50% potensinya. Di sisi lain situasi perkakaoan dunia beberapa tahun terakhir sering mengalami defisit, sehingga harga kakao dunia stabil pada tingkat yang tinggi. Kondisi ini merupakan suatu peluang yang baik untuk segera dimanfaatkan. Upaya peningkatan produksi kakao mempunyai arti yang stratigis karena pasar ekspor biji kakao Indonesia masih sangat terbuka dan pasar domestik masih belum tergarap.

Dengan kondisi harga kakao dunia yang relatif stabil dan cukup tinggi maka perluasan areal perkebunan kakao Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut dan hal ini perlu mendapat dukungan agar kebun yang berhasil dibangun dapat memberikan produktivitas yang tinggi. Melalui berbagai upaya perbaikan dan perluasan maka areal perkebunan kakao Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan mencapai 1,1 juta ha dan diharapkan mampu menghasilkan produksi 730 ribu ton/tahun biji kakao. Pada tahun 2025, sasaran untuk menjadi produsen utama kakao dunia bisa menjadi kenyataan karena pada tahun tersebut total areal perkebunan kakao Indonesia diperkirakan mencapai 1,35 juta ha dan mampu menghasilkan 1,3 juta ton/tahun biji kakao.

Untuk mencapai sasaran produksi tersebut diperlukan investasi sebesar Rp 16,72 triliun dan dukungan berbagai kebijakan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Dana investasi tersebut sebagian besar bersumber dari masyarakat karena pengembangan kakao selama ini umumnya dilakukan secara swadaya oleh petani. Dana pemerintah diharapkan dapat berperan dalam memberikan pelayanan yang baik dan dukungan fasilitas yang tidak bisa ditanggulangi petani seperti biaya penyuluhan dan bimbingan, pembangunan sarana dan prasaran jalan dan telekomunikasi, dukungan gerakan pengendalian hama PBK secara nasional, dukungan untuk kegiatan penelitian dan pengembangan industri hilir.

Beberapa kebijakan pemerintah yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan agribisnis kakao 5 sampai 20 tahun ke depan antara lain: Penghapusan PPN dan berbagai pungutan, aktif mengatasi hambatan ekspor dan melakukan lobi untuk menghapuskan potangan harga, mendukung upaya pengendalian hama PBK dan perbaikan mutu produksi serta menyediakan fasilitas pendukungnya secara memadai.

Oleh: inung88 | Maret 27, 2008

tentang aku

Nama:inung julias prihastina

Alamat:jln mastrip 4 no.21

Kuliah di Politeknik Negeri Jember

Prodi:Agribisnis D4 Kakao

Nim:K4107065

Hobi:Mendengarkan musik

Oleh: inung88 | Maret 24, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.