Semut yang kita kenal sebagai binatang mungil ini ternyata menyimpan berbagai manfaat bagi manusia. Padahal banyak orang yang memandang sebelah mata binatang semut, bahkan manusia tak jarang yang membunuhnya begitu saja. Padahal Allah SWT telah bersabda “Takkan Ku ciptakan sesuatu dengan sia-sia”. Hal ini semakin mempertegas bahwa semua makhluk yang di ciptakan-Nya pasti menyimpan suatu manfaat bagi makhluk lainnya, tak terkecuali semut sekalipun. Ngga percaya?? simak pembahasan berikut ini…
Siapa yang tidak suka makan cokelat? Tahukah kamu, cokelat berasal dari olahan biji kakao (Theobroma cacao). Di Indonesia, banyak petani membudidayakan pohon kakao. Penghasil kakao terbesar adalah Provinsi Sulawesi Barat. Di dunia, Indonesia menduduki peringkat ketiga penghasil kakao terbesar setelah Pantai Gading dan Ghana.
Saat ini, musuh kakao yang paling ganas adalah hama bernama “penggerek buah kakao” (PBK). Hama ini menyerang buah kakao yang sedang masak dan menyebabkan biji-biji kakao tidak berkembang. Buah kakao yang terserang hama jadi berlubang-lubang. PBK sangat meresahkan para petani.
Semut
Nah, pembasmi PBK sudah ditemukan. Yaitu semut hitam dan semut merah (rangrang).“Selama ini semut memang dianggap mengganggu karena menyengat manusia. Tetapi serangga ini ternyata dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan serangan hama PBK,” kata Prof. DR. Ir. La Daha, dosen Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (30/10).
Manfaat semut itu ditemukan berdasarkan kerja sama penelitian antara Succes Project, sebuah LSM dari Amerika Serikat, dengan Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, Makassar.Sejak tahun 2002, kedua lembaga itu meneliti hama PBK di perkebunan kakao Kecamatan Parigi, Sulawesi Tengah. Mereka lalu menemukan bahwa semut adalah pembasmi hama PBK. Kini, para petani diminta untuk tidak menyemprot habis semut-semut dari tanaman kakao.


